tiada sebab tiada tanda ,
fikir kosong membatu fikiran,
mengapa jauh diri melayang,
andai ditakdirkan aku kosong.
sabar, resah, gundah, gembira,
merasa diri terpinggir di ceruk,
bila jatuh , aku senyum,
hati riang bagai bukan kosong,
pernah terfikir mengapa begini?
tapi antara jarak dan waktu,
aku diam tanpa berkata.
ingin terbang setinggi langit,
terhempas jatuh memakan diri,
masih kosong , kembali diceruk,
sabar , ego, malu, menangis.
dalam luar putih dan hitam,
bagai tidak pernah serasi,
saat diceruk aku senyum,
makan diri , makan hati.
pernah jatuh , indahnya ciptaan tuhan,
tidak terkata, kelu lidah,
dalam hati bagai sudah terjawab,
jangan cuba kalau gundah.

No comments:
Post a Comment